Subscribe:

Ads 468x60px

Pages

Dha'if nya Hadits لا إسلام الا بجماعة ولا جماعة الا بإمارة



Imam Ad-Darimi berkata :
أخبرنا يزيد بن هارون انا بقية حدثني صفوان بن رستم عن عبد الرحمن بن ميسرة عن تميم الداري قال تطاول الناس في البناء في زمن عمر فقال عمر يا معشر العريب الأرض الأرض انه لا إسلام الا بجماعة ولا جماعة الا بإمارة ولا إمارة إلا بطاعة فمن سوده قومه على الفقه كان حياة له ولهم ومن سوده قومه على غير فقه كان هلاكا له ولهم
Mengabarkan kepada kami Yazid ibn Harun, mengabarkan kepada kami Baqiyah, menceritakan kepada kami Sofwan ibn Rustum dari Abdurahman ibn Maisaroh dari Tamim Ad-Dari yang berkata, “Sebagian manusia bersikap berlebihan dalam membangun di zaman Umar, berkata Umar, "Hai orang-orang Arab, tanah !, tanah !. Sesungguhnya tidak ada Islam kecuali dengan berjama'ah, dan tidak ada jama'ah kecuali dengan adanya keamiran dan tidak ada keamiran kecuali dengan taat. Barangsiapa yang dijadikan pemimpin oleh kaumnya karena ilmunya/pemahamannya maka akan menjadi kehidupan bagi dirinya sendiri dan juga bagi mereka, dan barangsiapa yang dijadikan pemimpin oleh kaumnya tanpa memiliki ilmu/pemahaman, maka akan menjadi kebinasaan bagi dirinya dan juga bagi mereka".
Derajat Atsar :
Atsar ini dha’if, tidak shahih dari Umar. Diriwayatkan oleh Imam Ad-Darimi di dalam Sunannya (I/79) no. 251 dan Ibn Abdil Barr dalam Jamiul Bayan al-Ilmu no. 244. Kelemahannya karena adanya perowi bernama Shafwan ibn Rustum.
Keterangan rawi :
1. Yazid ibn Harun, beliau ini tsiqah, muttaqin, ‘abid, Abu Hatim berkata, “Tsiqat imam yang shaduq tidak pernah terlihat yang sepertinya”. Ibnu Mu’in berkata, “Tsiqat”, Al-Ajali berkata, “Tsiqat tsabit”. Biografinya disebutkan oleh Al-Hafizh Ibn Hajar dalam Tahdzib At-Tahdzib jilid 11, biografi no. 612 dan At-Taqrib At-Tahdzib biografi no. 7789.
Dalam riwayat ini beliau disertai oleh Mu’adz ibn Khalid, seperti diriwayatkan oleh Ibn Abdil Bar.
2. Baqiyah ibn Walid, beliau ini shaduq tapi sering melakukan tadlis. Tapi, dia telah menceritakan hadits ini secara terang-terangan.
Adz-Dzahabi berkata :
وقال النسائي وغيره: إذا قال حدثنا وأخبرنا فهو ثقة.
“Berkata Nasai dan selainnya, “Dia tsiqat ketika berkata hadatsana, akhbarona”.
Biografinya disebutkan oleh Adz-Dzahabi dalam Mizan Al-I’tidal biografi no. 1250 secara panjang lebar, Ibn Hajar dalam Tahdzib At-Tahdzib jilid 1 biografi no. 878 dan At-Taqrib At-Tahdzib biografi no. 734.
3. Shofwan ibn Rustum, Imam Dzahabi menuturkan dalam Mizan al-I’tidal (2/316) biografi no. 3897:
صفوان بن رستم. عن روح بن القاسم. مجهول.قال الازدي: منكر الحديث
"Shofwan ibn Rustum (meriwayatkan) dari Ruh ibn Al-Qasim, dia tidak dikenal (majhul). Berkata Al-Azdi, “Munkarul hadits”.
Al-Hafizh Ibnu Hajar persis menyebutkan seperti apa yang disebutkan oleh Adz-Dzahabi, didalam Lisan al-Mizan jilid 3 biografi no. 763.
Hadits diatas DHA’IF (lemah) sebab Shofwan ini.



Ingin Tahu Foto Imam LDII Saat Ini !

Inilah foto Imam LDII saat ini (sebelah kiri). Sengaja foto ini kami tampilkan dengan alasan sbb :
  •  Tidak banyak yang tahu bentuk Bapak Imam yang mereka dengar nasehatnya setiap bulan karena sang imam memang betul-betul bithonah mirip imamnya syiah.
  • Agar pembesar dan penguasa negeri ini tidak tertipu bila suatu hari mereka beraudiensi,/datang berkunjung/inspeksi bahwa yang muncul hanyalah pembantu-pembantunya imam, sedangkan imam sendiri akan berpura-pura sebagai rukyah biasa, dan ini adalah suatu yang kami saksikan dan pernah kami alami karena kami adalah mantan pengurus.
  • Agar kaum muslimin tidak tertipu jika akan diajak baiat pada orang ini, dulu kami juga pernah berbait langsung sewaktu berada di Bintaro Jaya tepatnya di Mesjid Zaki Musthofa (BZM).
  •  Mengingatkan kaum muslimin bahwa imam/amir yang berhak dibaiti adalah seorang yang nampak dan jelas kedudukannya dimuka bumi.


Sebagaimana perkataan syaikh bin barjas rahimahullahu :

القاعدة الخامسة : الأئمة الذين أمر النبي r بطاعتهم هم الأئمة الموجودون المعلومون، الذين لهم سلطان وقدرة
“Kaidah yang kelima: Imam yang diperintah Nabi shallallahu’alaihi wasalam untuk ditaati adalah para imam yang keberadaannya konkrit diketahui, memiliki kekuasaan dan kemampuan”.


Kitab Muammalatul Hukkam fi dhauil Kitab Wa Sunnah Syaikh Bin Barjas Rahimahullahu -kitab ini dinukil sebagian oleh kediri tapi tidak pada bagian ini-.

----------------------------------------------------------------
foto sebelah kanan g usah dijelaskan, foto tidak diubah, di crop, diberi efek fhotoshop dsb, jika ada yang bisa mendatangkan bukti bahwa itu palsu silahkan, tidak ada unsur penipuan disini, karena Rasulullah bersabda :

مَنْ غَشَّ فَلَيْسَ مِنِّي
'Barangsiapa yang menipu maka dia bukan dari golonganku'
(HR. Muslim no. 102)

abu faadhilah

Mantan LDII Berani Bersumpah !!

Kami, Mantan LDII berani berseumpah :

“Demi Allah, Demi Dzat Yang Maha Kuasa, Demi Dzat Yang Maha Pencipta, dan Demi Dzat Yang nyawa kami berada dalam genggaman-Nya.”

Kami keluar dari LDII BUKAN dikarenakan :

-      -  SAKIT HATI
-      -  INGIN KEKUASAAN
-      -  MEMBENCI IMAM DAN PENGURUSNYA
-      -  HARTA
-      -  WANITA
-      -  JABATAN
-      -  DSB

Akan tetapi, kami KELUAR dari LDII dikarenakan :

-      -  LDII adalah jelamaan dari ISLAM JAMA’AH
-      - LDII bukanlah ISLAM yang HAQ
-      -  LDII memilki ajaran NASRANI dan YAHUDI
-      - LDII tidak jauh beda dengan NII dan SYI’AH
-      - Adanya ajaran SESAT dan MENYIMPANG dalam ajarannya.
-      -  Dan sudah banyak SAKSI dan BUKTI akan PENYIMPANGAN dan KESESATNNYA.

Dengan adanya pengakuan ini semoga WARGA LDII tidak lagi berani MEMFITNAH tanpa adanya bukti dan MENCELA KAMI, MANTAN LDII yang sudah KELUAR.

DEMI ALLAH, KAMI KELUAR DARI LDII (ISLAM JAMA’AH) DENGAN NIAT SEMATA – MATA KARENA ALLAH INGIN MENGHARAPKAN PAHALA DARINYA DAN MENDAPATKAN SURGA-NYA.

Himbauan kepada Masyarakat, MUI, Ormas Islam dan Parpol


1.  Kepada Masyarakat : Rambu – rambu diatas sudah cukup jelas bagi warga masyarakat untuk mengidentifikasi dan menghindari ajaran IJ/LDII Paradigma Baru. Juga kami himbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu yang mengajak berbuat anarkis kepada sesama muslim.

2.   Kepada MUI Pusat : Perintah Imam IJ pada teks daerahan Feb 2007 jelas mengatakan bahwa LDII itu tidak punya massa, tidak punya kekayaan, dan tidak punya wewenang, semua tindakan LDII dibawah kendali imam, dan LDII adalah instrumen perjuangan IJ, yang salah satu tugasnya adalah untuk menutupi bithonah/ kebohongan IJ, dengan demikian kita tahu bahwa LDII Lama =LDII Paradigma Baru sama saja mereka adalah suruhan imam IJ. Agar MUI tidak tersengat dalam lubang ( perangkap LDII ) yang sama untuk kedua kali dan selanjutnya, maka kami menghimbau kepada MUI langkah-langkah sebagai berikut :

·         Agar MUI bersikap lebih tegas terhadap LDII/ IJ yaitu dengan kembali kepada sikap rekomendasi Munas MUI 2005 tentang LDII/ IJ yaitu sikap mendesak pemerintah RI untuk membubarkan LDII.

·         Untuk mencegah timbulnya fitnah dari masyarakat terhadap MUI, sebaiknya MUI menolak berinteraksi dengan personil LDII, MUI tidak menghadiri acara- acara LDII walaupun dengan alasan untuk membina, dan melarang personil LDII hadir dalam acara- acara MUI.

·         Dalam melaksanakan fungsi sebagai pewaris tugas-tugas para nabi, tentu MUI harus bersifat adil terhadap Islam Jamaah, salah satu bentuknya adalah MUI memberi kesempatan kepada imam IJ bapak H. Abdul Aziz, untuk menyampaikan hujjah yang menjadi landasan semua ajaran bithonah IJ di depan para ulama, pimpinan ormas Islam, dan pihak lain yang dianggap perlu, dan diliput oleh media secara luas.

·         Apabila imam IJ tidak mau/ tidak mampu menyampaikan hujjahnya yang bisa diterima oleh para ulama berdasarkan pemahaman dalil-dalil yang shahih, maka MUI perlu mengarahkan IJ agar meninggalkan semua ajaran-ajaran dan praktek-praktek beragama yang bertentangan dengan ajaran Islam yang sebenarnya.

·         Kepada MUI Provinsi dan Daerah : Harap menahan diri untuk tidak mudah merekomendasi bahwa LDII sudah positip/ baik hanya dengan dasar bahwa MUI daerah/ provinsi pernah mengimami sholat di mesjid LDII, dan mereka mau makmum, atau hanya karena LDII sering sowan kepada MUI. Ingat siasat bithonah LDII cukup canggih, sehingga bapak-bapak tidak merasa sedang di-bithonah-in oleh LDII.

3.   Kepada Ormas : Harap upaya pertemanan LDII diterima secara wajar saja, karena usaha merapatnya LDII kepada ormas tidak lepas dari mencari dukungan dalam menjalankan perintah imamnya untuk menutupi bithonah IJ.

4.   Kepada Parpol : Pada Munas LDII IV di Surabaya 8/3/2011, Ketua Umum LDII mengklaim bahwa anggota LDII seluruh Indonesia saat ini berjumlah sekitar 14.5 juta. Tentu angka ini sangat signifikan untuk pemenangan pemilu di Indonesia, namun menurut kami angka ini jauh dari akurat, sebab pada tahun 2008 jumlah keimamam IJ tingkat daerah se Indonesia sekitar 250, dan rata- rata warga IJ per daerah berkisar antara 3000-6000 jiwa, sehingga dengan asumsi bahwa pada tahun 2011 jumlah daerah ada 300 dan rata-rata per daerah 5000 jiwa, maka anggota LDII/ warga IJ sekitar 1.5 juta, dan yang punya hak pilih tentu lebih kecil dari itu. Pada pemilu yang lalu imam IJ pada hari-hari terakhir sebelum coblosan memerintahkan untuk membagi suara kepada beberapa calon dari parpol besar, dan masing – masing daerah mencoblos caleg dan capres tertentu sesuai arahan imam IJ. Maka dari itu sebaiknya parpol maupun calon- calon pemimpin perlu memeriksa kebenaran potensi suara dari LDII sebelum merangkulnya sebagai pendukung , dan jangan lupa supaya mempertimbangkan kemungkinan dampak negatif misi bithonah LDII/ IJ terhadap partai.

5.    Kepada Semua Pihak, Jauhilah Makan Harta Islam Jamaah !!: Kekayaan IJ diambil dari harta orang Islam warga IJ yang secara dalil tidak halal, diantaranya dari infaq persenan wajib. Oleh karena itu bagi kaum muslimin yang takut kepada Allah dan hisaban di akhirat, agar menjauhi pemberian, hadiah, makan minum dari LDII, karena dikuatirkan paparan keharamannya dapat merusak harta, diri dan keluarga yang bersangkutan, bahkan di akhirat pemberian itu akan diteliti di hadapan Allah yang Maha Mengetahui

Demikian tulisan ini, kami niatkan untuk memberi informasi yang berimbang tentang LDII dan Islam Jamaah, dengan harapan tulisan ini dapat memberi faedah kepada individu- individu umat Islam yang peduli untuk mengingatkan sebagian umatnya yang masih berada didalam ikatan kebithonahan ajaran Islam Jamaah.