Subscribe:

Ads 468x60px

Pages

Penympangan Dalam Menafsirkan Surat Al – Isra’ : 71

“Pada hari kami memanggil tiap-tiap manusia dengan imam mereka.” (QS. Al Isra’ : 71).

Menurut penafsiran Nurhasan Ubaidah Lubis (Madigol) : Pada hari kiamat nanti setiap orang akan dipanggil oleh Allah dengan didampingi oleh imam mereka, yang akan menjadi saksi atas semua amal perbuatan mereka di dunia. Kalau orang itu tidak punya imam, dikatakannya pada hari kiamat nanti tidak ada yang menjadi saksi baginya, sehingga amal ibadahnya menjadi sia-sia dan dimasukkan ke dalam neraka.

Oleh karena itu, katanya semua orang Islam harus mengangkat atau membaiat seorang imam untuk menjadi saksi bagi dirinya pada hari kiamat. Dan jamaah harus taat kepada imamnya agar nanti disaksikan oleh imam dan dimasukkan ke dalam surga. Dan orang yang paling berhak menjadi imam adalah Nurhasan Ubaidah Lubis (Madigol), katanya, karena dia dibaiat pad tahun 1941, maka orang-orang yang mati sebelum tahun 1941, berarti mereka belum membaiat, jadi pasti masuk neraka.

Kebiasaan Nurhasan Ubaidah Lubis

Sekitar tahun 1941-an sepulang Al Imam Nurhasan Ubaidah Lubis (Madigol) dari mukimnya selama 10 tahun di Makkah, saat itulah masa awal dia menyampaikan ilmu Hadist manqulnya. Selain itu juga ia biasa melakukan kawin cerai, terutama mengincar janda-janda kaya. Kebiasaan itu benar-benar ia tekuni hingga mati (1982 M).

kebiasaan lainnya adalah mengkafir-kafirkan dan mencaci maki para kyai/ulama yang di luar aliran kelompoknya dengan cacian dan sumpah serapah yang paling keji dan kotor. Dia sering menyebut-nyebut ulama yang kita muliakan yaitu Prof. Dr. Buya Hamka dan Imam Ghozali dengan sebutan (maaf,pen) Prof. Dr. Buya Hamqo dan Imam Ghonzali.

Dan dia juga sangat hobi membakar kitab-kitab kuning pegangan para kyai/ulama NU, kebanyakan dengan membakarnya di depan para murid dan pengikutnya.

Sumber : “Kupas Tuntas Kesesatan & Kebodohan LDII”,  karya M. Amin Jamaluddin. Ketua LPPI

Penipuan Hewan Kurban Dalam LDII


Banyak saksi dari kalangan orang-orang yang integritasnya diakui oleh banyak orang, menyaksikan : banyak kambing kurban dan kambing dam yang dititipkan ke Islam Jamaah/LDII tidak dipotong, tapi diembat duitnya. Hanya beberapa yang dipotong. Saya menyaksikan sendiri di musim haji 2009. Antara jumlah yang nitip dan jumlah kambing yang dipotong teramat sangat jauh. Bahkan orang pusat Islam Jamaah/LDII kediri yang sudah keluar pun akhirnya membocorkan kalo itu semua penuh penipuan. Untuk itu saya nasehatkan kepada seluruh jamaah Islam Jamaah/LDII untuk benar-benar hati-hati dan melihat langsung prosesi penyembelihan kambing kurban dan kambing dam nya. Kalau mau diterima pahala qurban dan sempurna hajinya.